Sabtu, 09 Juni 2018

menggupas kisah di akhir hayatnaya tokoh sekuler Mustafa Kemal Atatürk


mengupas kembali kisah wafatnya Mustafa Kemal Atatürk penggagas negara sekulerime turki.
( oleh Fernando abdillah )


Beredar kabar sampai mendunia kisah mejelang kematianya tubuhnya di penuhi dengan penyakit dan mayatnya tak ada yang mau menyolatkan sampai tubunya tidak bisa di kubur hingga bertahun tahun.
Sekularisme atau sekulerisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan.
. 
Mustafa Kemal Atatürk (lahir di Selânik (sekarang ThessalonikiYunani), 12 Maret 1881 – meninggal di Istana DolmabahçeIstanbulTurki10 November 1938 pada umur 57 tahun), hingga 1934 namanya adalah Ghazi Mustafa Kemal Pasha, adalah seorang perwira militer dan negarawan Turki yang memimpin revolusi negara itu. Ia juga merupakan pendiri dan presiden pertama Republik Turki.
Mustafa Kemal membuktikan dirinya sebagai komandan militer yang sukses sementara berdinas sebagai komandan divisi dalam 
Pertempuran Gallipoli. Setelah kekalahan Kekaisaran Ottoman di tangan tentara Sekutu, dan rencana-rencana berikutnya untuk memecah negara itu, Mustafa Kemal memimpin gerakan nasional Turki dalam apa yang kemudian menjadi Perang Kemerdekaan Turki. Kampanye militernya yang sukses menghasilkan kemerdekaan negara ini dan terbentuknya Republik Turki. Sebagai presiden pertama negara ini, Mustafa Kemal memperkenalkan serangkaian pembaruan yang luas yang berusaha menciptakan sebuah negara modern yang sekuler dan demokratis. Menurut Hukum Nama Keluarga, Majelis Agung Turki memberikan kepada Mustafa Kemal nama "Atatürk" (yang berarti "Bapak Bangsa Turki") pada 24 November 1934.

Kisah Mustafa Kemal Ataturk di akhir hanyatnya diterima bumi semoga jadi pelajaran kita.
Mustafa Kemal Ataturk adalah penggagas Republik Turki,pemimpin revolusi & Presiden Turki yg pertama dari th 1881-1934.
Tahukah Anda jika Mustafa di anggap oleh muslim turki sebagai  pengkhianat Islam & antek negara kafir Seorang diktator pasca runtuhnya Daulah Khilafah Utsmani saat itu.
Saat menjelang ajalnya, Mustafa terkena serangan jantung akut, darah tinggi yg tak normal, gatal diseluruh tubuh, penyakit kelamin & kepanasan tiap saat
Pada 26 September 1938
‪‎MustafaKemal Atatuerk pingsan selama 36 jam sebelum akhirnya meninggal dalam keadaan membusuk karena penyakit kelaminnya, Konon tidak ada yang mau mengurus jenazah MustafaKemal Atatuerk sehingga diawetkan selama 9 hari 9 malam.

Menurut sejarah, saat akan dikubur, jenazah MustafaKemal Atatuerk tak dapat masuk liang kubur. Sehingga diawetkan dimuseum Etna Grafi Turki selama 15 th.
Setelah 15 thn, jenazah
‪‎MustafaKemal Atatuerk tetap tak dapat masuk ke liang kubur. Akhirnya jenazah dikubur dicelah batu marmer di Anitkabir Turki.
MustafaKemalAtatuerk adalah pemimpin Islam tapi kekuasaannya dianggap menghancurkan Islam.
Kisah kematian mustafaKemal Atatuerk semoga méjadi pembelajaran bagi kita semua.

Inilah 9 gagasan Mustafa Kemal Ataturk yang di terapkannya :
1) Mengganti huruf Arab dgn huruf Latin sebagai bahasa sehari-hari.
2) Mengganti pakaian Islami dengan pakaian ala kafir Barat.
3) Menghapus hari2 besar Islam & mengganti hari libur yg sebelumnya Jum’at menjadi hari Minggu.
4) Melarang warga Turki menyanyikan lagu berbahasa Arab, jika ingin bernyanyi harus dengan bahasa Inggris.
5) Melarang wanita Muslimah menggunakan hijab & niqab, diganti baju & celana jeans ketat.
6) Menghapuskan kurikulum bernuansa Islam & diganti dengan kurikulum Barat yg sekuler & atheis.
7) Mengubah tempat-tempat perhalqahan dengan bar dan diskotik.
8) Menangkap dan membunuh para politisi dan ulama Turki yg vokal mengkritik nya.
9) Menghapus sistem Khilafah & Islam dalam sistem bernegara & diganti dengan sistem sekulerisme.


Share:

Senin, 04 Juni 2018

Mengupas SOE HOK-GIE Sebagai Komunisme

Mengupas SOE HOK-GIE Sebagai Komunisme
oleh Fernando Abdillah Putra Pasarean 
Beberapa taun ini saya sering mendengar banyak aktivis mahasiswa mengidolakan soe hok gie sebagai idola dan panutan gerakan mahasiswa Taukah soe hok gie seorang pejuang komunisme. 
Taukah kawan bawa penganut komunis itu takan berhenti meneriakan keadilan dan kesejahteraan di jalanan sebelum negara yang dirinya tinggali menjadi negara komunis, jika itu terwujud barulah mereka akan berhenti berteriak, karna keadilan menurut mereka adalah sosialisme.
Taukah kawan bahwa pahan sosialisme komunis juga itu anti agama, mereka berpendapat bahwa agama adalah satu penghalang dalam kemajuan negara.
juga berfikir orang yang berpolitik atas nama agama yang dalam artianya agama di jadikan alat politik untuk kepentingan kekuasaan walau padahal politik untuk kepentingan agama atau agama demi kepentingan politik itu kadang sulit di bedakan.
kebanyakan dari mereka mutlak selalu berfikir bahawa kebanyakan orang yang berpolitik dengan bendera agama itu adalah orang orang yang ingin mencapai kekuasaan pribadi dengan cara memanfaatkan agama demi kepentingan kekuasaanya, kenapa kenapa bisa demikian mereka berfikir ?
itu karna dotkrinisasi sudut pandang yang ditanamkan kepada mereka.
Kembali kepada pembahasan SOE HOK-GIE, apakah dia demikian, anda bisa lihat dalam film SOE HOK-GIE setiap gerak dan kata katanya, ia demi kian.

Benarkah SOE HOK-GIE Kiri?
SOE HOK-GIE adalah tokoh intelektual muda yang sayangnya hanya berusia pendek sekali di dunia ini. Gie meninggal diusia 27 tahun. Tepat menjelang hari ulang tahunnya yang ke 27. Namun, diusia yang begitu singkat itu, ada begitu banyak jejak-jejak intelektual-perjuangan-romantisme yang telah ia tinggalkan, Pernahkan kawan tau hasil skripsinya; “Dibawah Lentera Merah” dan “Orang-orang Dipersimpangan Kiri Jalan”. Dari judulnya saja sudah kental aroma komunis; simbolisasi warna “merah”, dan penggunaan kata “kiri” dalam konteks pemikiran kaum Marxist, menjadi monopoli bagi kelompok komunis secara internasional.
Jika kita baca isi tulisannya tersebut, kita juga akan berpikiran bahwa Gie memang seorang “kiri”. Dua tulisan ilmiahnya tersebut memang menjadikan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai objek penelitiannya. Dinamika yang dialami oleh kaum komunis Indonesia, dimulai dari awal kemunculannya –yang menggunakan organisasi Sarekat Islam cabang Semarang sebagai tools untuk membangun basis kepemimpinan dan jaringan, sampai dengan meletupnya percobaan kup yang dimotori oleh Kaum Komunis Indonesia (sebanyak tiga kali) mulai dari percobaan pertama (1926), percobaan kedua (1948), dan percobaan ketiga (1965). 
Isi dari karya ilmiahnya tersebut begitu leftist. Bahkan, dalam filmnya yang dimotori oleh Mira Lesmana dan Riri Riza, suatu ketika Gie (Nicholas Saputra) tengah di-shoot membaca buku Albert Camus; The Rebel, yang mendapatkan ilham besar dari Karl Marx.
Gie juga dalam buku catatannya (Catatan Seorang Demonstran), mengakui bahwa dirinya seorang agnostic (tidak percaya Tuhan/agama). Hal ini juga “seolah” selaras dengan ajaran Marxist yang menganggap bahwa urusan agama adalah candu bagi masyarakat, yang dapat melemahkan perlawanan kelas proletar, dan (dalam pembabakan fase kehidupan versi Freud) manusia yang mempercayai agama, adalah jenis manusia yang mengalamui bentuk transformasi yang belum sempurna, sampai kemudian manusia itu “merdeka” dari belenggu dogma-dogma Tuhan, dan sepenuhnya “tercerahkan” dengan akal-pikirannya sendiri (aufklarung). Beberapa aliran ini juga bahkan menganggap agama sebagai penyebab permusuhan dan peperangan di muka bumi ini. Adanya perang salib, misalnya, adalah contoh bahwa agama memiliki kontribusi yang besar bagi ketidak-rukunan umat manusia. Maka, kehidupan yang tanpa mempercayai agama dan Tuhan, adalah usaha manusia untuk melampaui persoalan perbedaan kepercayaan (faith), dan mengedepankan humanisme universal sebagai titik pemersatu.
Share:

Definition List

Unordered List

Support