Assalamualaikum
salam silaturahmi, salam santun, dan salam darah muda. Fernando abdillah putra pasarean aktivis mahasiswa bogor.
Saat ini
untuk sebagian kalangan masyarakat Indonesia, politik merupakan hal yang kurang
disukai, bahkan dibenci. Hal ini dikarenakan, prilaku para politikus yang tidak
konsisten antara yang diucapkan dengan tindakan dilapangan. Selain itu banyak
politikus yang terjerumus kedalam prilaku-prilaku yang tidak terpuji menyangkut
harta negara (korupsi), baik ditataran eksekutif, legislatif bahkan yudikatif.
Hal ini menyebabkan timbulnya sikap apatisme dimasyarakat, mereka terjatuh
kedalam jurang kehidupan yang hedonis, dan malas, sehingga menimbulkan
munculnya pemaknaan politik pragmatis dikalangan masyarakat.
Pemaknaan
politik pragmatis ini kian meluas seiring praktik pragmatis yang marak
dilakukan oleh para politisi. Media menjadi aktor utama yang memiliki peran
signifikan pada proses tersebut. Bagi media, praktik-praktik politik pragmatis
seperti korupsi, penerimaan suap, gratifikasi, dan lain sebagainya menjadi
materi berita yang bernilai jual tinggi. Pemberitaan politik yang terus
dilakukan media pada akhirnya membentuk opini publik bahwa proses politik hanya
terbatas pada usaha akomodasi kepentingan pribadi.
Berdasarkan
praktik yang berlangsung dan terus berkembang, politik selalu dikaitkan dengan
usaha politisi atau pemegang kekuasaan untuk memenuhi kepentingan pribadi
semata. Proses politik hanya diarahkan untuk mengakomodasi kepentingan,
kebutuhan, kebahagiaan dan kesejahteraan individu sehingga sering disebut
sebagai proses yang pragmatis. Pola pikir yang kemudian diterima sebagai
kebenaran oleh masyarakat luas yaitu politik adalah proses yang 'kotor' dan
tidak bermanfaat bagi kesejahteraan umum. Politisi juga dipandang sebagai aktor
yang tidak memiliki dasar moral yang baik atau dapat dikatakan tidak beradab.
Perilaku para
politisi yang berfokus pada kepentingan pribadi secara tidak langsung mendidik
publik untuk menerima pemahaman bahwa politik adalah proses yang sangat
pragmatis. Pada akhirnya proses ini mengaburkan definisi dan praktik politik
beradab. Pandangan bahwa politik secara etis dilaksanakan untuk tujuan yang
mulia justru tergantikan oleh pandangan umum bahwa politik itu 'jahat' dan
hanya bermanfaat bagi para penguasa.
Peran
Strategis Generasi Muda
Ditengah
dominasi media dalam menyebarluaskan paham politik pragmatis, terdapat harapan
pada generasi muda untuk menghadirkan kembali makna politik normatif dan
praktik politik beradab. Harapan ini muncul saat mereka semakin jenuh dengan
praktik politik yang menempatkan kepentingan-kepentingan individu di atas
kepentingan umum. Asa tersebut juga menguat seiring perkembangan bentuk-bentuk
partisipasi dan berbagai gerakan politik informal yang digagas oleh generasi
muda.
Peran
generasi muda sebenarnya tidak hanya terbatas pada partisipasi politik. Lebih
dari itu, mereka memiliki peran yang sangat strategis dalam menyebarkan makna
politik beradab. Generasi muda bahkan dapat disebut sebagai poros terdepan
dalam gerakan revolusi budaya politik di tengah masyarakat. Mereka menjadi
tumpuan perubahan pola pikir politik dari pemaknaan pragmatis ke pemaknaan
normatif.
Golongan muda
dinilai mampu membawa perubahan kesejahteraan dan dipandang memiliki dasar
etika yang lebih baik dalam berpolitik. Melalui teladan perilaku politik
pemimpin muda, masyarakat semestinya mulai sadar dan terdidik bahwa proses
politik tidak hanya terbatas pada usaha mengakomodasi kepentingan pribadi namun
merupakan proses perjuangan kepentingan bersama.
Di era
teknologi yang maju pesat seperti saat ini, generasi muda menjadi golongan
masyarakat yang paling dekat dengan media. Kaum muda adalah kelompok masyarakat
yang paling 'melek' teknologi. Media berbasis teknologi yang terus berkembang,
termasuk berbagai bentuk media sosial, selalu dapat diakses dan dimanfaatkan
oleh generasi muda. Melalui kreativitas dan aplikasi teknologi pada media,
golongan muda dapat dengan mudah menyebarkan pesan dan memberikan keteladanan
bahwa politik tidak selamanya buruk namun sangat bermanfaat bagi pencapaian
tujuan kesejahteraan umum.






