Senin, 08 Oktober 2018

Politik Beradab ditengah Praktik Pragmatis Dan Peran Strategis Generasi Muda

Assalamualaikum
salam silaturahmi, salam santun, dan salam darah muda. Fernando abdillah putra pasarean aktivis mahasiswa bogor.

Politik Beradab ditengah Praktik Pragmatis
Saat ini untuk sebagian kalangan masyarakat Indonesia, politik merupakan hal yang kurang disukai, bahkan dibenci. Hal ini dikarenakan, prilaku para politikus yang tidak konsisten antara yang diucapkan dengan tindakan dilapangan. Selain itu banyak politikus yang terjerumus kedalam prilaku-prilaku yang tidak terpuji menyangkut harta negara (korupsi), baik ditataran eksekutif, legislatif bahkan yudikatif. Hal ini menyebabkan timbulnya sikap apatisme dimasyarakat, mereka terjatuh kedalam jurang kehidupan yang hedonis, dan malas, sehingga menimbulkan munculnya pemaknaan politik pragmatis dikalangan masyarakat.
Pemaknaan politik pragmatis ini kian meluas seiring praktik pragmatis yang marak dilakukan oleh para politisi. Media menjadi aktor utama yang memiliki peran signifikan pada proses tersebut. Bagi media, praktik-praktik politik pragmatis seperti korupsi, penerimaan suap, gratifikasi, dan lain sebagainya menjadi materi berita yang bernilai jual tinggi. Pemberitaan politik yang terus dilakukan media pada akhirnya membentuk opini publik bahwa proses politik hanya terbatas pada usaha akomodasi kepentingan pribadi.
Berdasarkan praktik yang berlangsung dan terus berkembang, politik selalu dikaitkan dengan usaha politisi atau pemegang kekuasaan untuk memenuhi kepentingan pribadi semata. Proses politik hanya diarahkan untuk mengakomodasi kepentingan, kebutuhan, kebahagiaan dan kesejahteraan individu sehingga sering disebut sebagai proses yang pragmatis. Pola pikir yang kemudian diterima sebagai kebenaran oleh masyarakat luas yaitu politik adalah proses yang 'kotor' dan tidak bermanfaat bagi kesejahteraan umum. Politisi juga dipandang sebagai aktor yang tidak memiliki dasar moral yang baik atau dapat dikatakan tidak beradab.
Perilaku para politisi yang berfokus pada kepentingan pribadi secara tidak langsung mendidik publik untuk menerima pemahaman bahwa politik adalah proses yang sangat pragmatis. Pada akhirnya proses ini mengaburkan definisi dan praktik politik beradab. Pandangan bahwa politik secara etis dilaksanakan untuk tujuan yang mulia justru tergantikan oleh pandangan umum bahwa politik itu 'jahat' dan hanya bermanfaat bagi para penguasa.

Peran Strategis Generasi Muda
Ditengah dominasi media dalam menyebarluaskan paham politik pragmatis, terdapat harapan pada generasi muda untuk menghadirkan kembali makna politik normatif dan praktik politik beradab. Harapan ini muncul saat mereka semakin jenuh dengan praktik politik yang menempatkan kepentingan-kepentingan individu di atas kepentingan umum. Asa tersebut juga menguat seiring perkembangan bentuk-bentuk partisipasi dan berbagai gerakan politik informal yang digagas oleh generasi muda.
Peran generasi muda sebenarnya tidak hanya terbatas pada partisipasi politik. Lebih dari itu, mereka memiliki peran yang sangat strategis dalam menyebarkan makna politik beradab. Generasi muda bahkan dapat disebut sebagai poros terdepan dalam gerakan revolusi budaya politik di tengah masyarakat. Mereka menjadi tumpuan perubahan pola pikir politik dari pemaknaan pragmatis ke pemaknaan normatif.
Golongan muda dinilai mampu membawa perubahan kesejahteraan dan dipandang memiliki dasar etika yang lebih baik dalam berpolitik. Melalui teladan perilaku politik pemimpin muda, masyarakat semestinya mulai sadar dan terdidik bahwa proses politik tidak hanya terbatas pada usaha mengakomodasi kepentingan pribadi namun merupakan proses perjuangan kepentingan bersama.
Di era teknologi yang maju pesat seperti saat ini, generasi muda menjadi golongan masyarakat yang paling dekat dengan media. Kaum muda adalah kelompok masyarakat yang paling 'melek' teknologi. Media berbasis teknologi yang terus berkembang, termasuk berbagai bentuk media sosial, selalu dapat diakses dan dimanfaatkan oleh generasi muda. Melalui kreativitas dan aplikasi teknologi pada media, golongan muda dapat dengan mudah menyebarkan pesan dan memberikan keteladanan bahwa politik tidak selamanya buruk namun sangat bermanfaat bagi pencapaian tujuan kesejahteraan umum.

Share:

1 komentar:

Definition List

Unordered List

Support