Geotermal dan tanah pamijahan
(Oleh Fernando Abdillah putra pasarean aktivis mahasiswa)
Istilah yang sering masyarakat kita dengan dahulu di tanah pamijahan itu adalah chevron yang sekarang menjadi start energi geotermal energi panas bumi, apakah akan membawa bencana alam di bumi pamijahan?
Ahir akhir ini di berita media kita melihat bencana tsunami, gempa, puting beliung dan lain lain, apa di bumi pamijahan kab.bogor ini rawan bencana?
Dapat kita ketahui bahwa bencana yang di wanti wanti warga di sekitar gunung salak adalah meletusnya gunung tersebut,
Apakah pengeboran bumi oleh geotermal start energi di kaki gunung salak tidak berpengaruh terhadap gunung salak yang masih aktif yang kapan saja bisa meletus?
Kira sering dengar di media media online kemarin kemarin bahwa gunung salak sudah mulai gempa gempa.
Apakah ada kaitannya dengan geotermal?
Apakah geotermal bisa berbahaya kepada bumi pamijahan bogor khususnya?
Lalu apakah itu energi panas geotermal ?
Geothermal adalah sebuah sumber daya energi yang berasal dari perut bumi yang termasuk sumber energi baru saat ini. Nama geotherma sendiri diambil dari sebuah nama dari bahasa yunani. Geo dalam bahasa yunani artinya PANAS, sedangkan Thermal yang berarti BUMI. Jadi secara umum pengertian dari geothermal adalah energi panas yang dihasilkan dari panas bumi.
Di indonesia sendiri sebagai negara yang memiliki iklim tropis, sangat banyak sumber energi panas bumi, dan saat ini tercatat sudah puluhan perusahaan menggunakan geothermal sebagai pembangkit tenaga listrik untuk kebutuhan produksi. Secara garis besar apabila di indonesia bisa memanfaatkan energi panas bumi ini, kemungkinan pembangkit listrik tenaga air dan tenaga diesel akan banyak beralih ke geothermal, selain hasil panas bumi ini ramah lingkungan, juga bisa di ambil langsung dari sumber daya yang ada di indonesia.
Dampak Negatif Geothermal Bagi Bumi
Dampak negatif geothermal yang nyata dan dapat kita lihat saat ini adalah proses pengeboran yang terjadi di Perusahaan Lapindo. Perusahaann yang awalnya ingin memanfaatkan enegi dari dalam bumi untuk di oleh kemudian, justru menyebabkan luapan gas mentah yang terus keluar tanpa dapat dikendalikan. Mungkin itu satu dari banyaknya contoh akibat yang bisa terjadi bila pemanfaatan energi geothermal kurang dilakukan dengan baik. Selain kasus amblasnya permukaan tanah yang terjadi di negara Selandia Baru yang menimbulkan adanya lubang besar di permukaan tanah juga akibat dari pemanfaatan energi geothermal yang kurang tepat.
Selain itu kejadian gempa bumi berkekatan 3,4 SR yang terjadi di Bassel, Swiss serta pengangkatan tenaga tektonik di salah satu proyek energi panas bumi di Staufen, Jermal juga melengkapi adanya dampak negatif geothermal bagi bumi. Selain beberapa contoh tersebut dampak negatif geothermal(energi panas bumi) juga dapat menyebabkan rusaknya kehidupan di bumi dalam jangka waktu panjang.
Dampak yang di akibatkan oleh pemanfaatan energi panas bumi memang cukup besar, hal tersebut tak lain disebabkan oleh adanya senyawa fluida yang di tarik dari inti bumi bersamaan gas buangan yang dapat merusak keadaan bumi nantinya.
Inilah gas keluaran dari aktivitas fluida yang disebabkan oleh pemanfaatan energi geothermal :
Gas Karbondiksida atau CO2Metana atau CH4Amonia atau NH3Hidrogen Sulfida H2s
Selain itu dampak negatif geothermal juga dapat mempengaruhi rusaknya lapisan ozon bumi dan menyebabkan adanya efek rumah kaca dan juga hujan asam di dalam bumi. Tak hanya itu saja dampak dari geothermal juga dapat merusak ekosistem yang berada di lokasi pemanfaatan konservasi energi panas bumi. Dampaknya berupa adanya pencemaran lingkngan sekitar karena energi ini tak lain membawa gas buangan yang dapat tercampur ke dalam sumber mata air seperti Arsenik, Merkuri, Antimon, Boron dan juga garam kimia yang terlepas dan tercampur ke dalam sumber mata air. Itulah sekilas mengenai dampak negatif dari pemanfaatan energi panas bumi atau geothermal.






0 komentar:
Posting Komentar